Visitors :

 


PELAYANAN PERINATAL dan NICU

oleh dr. Johanes Edy Siswanto, SpA(

Indahnya Menanti Kelahiran Buah Hati

Menanti kelahiran buah hati merupakan saat-saat yang menyenangkan sekaligus menegangkan terutama bagi sang ibu,  apalagi jika bayinya dapat lahir dengan sehat dan normal.
Namun tidak selamanya hal itu dirasakan  oleh semua ibu, karena ada beberapa kasus kelahiran bayi yang diharuskan memerlukan perawatan secara intensif. Pelayanan ini disebut dengan Unit Perawatan Intensive Neonatal atau NICU.

Kondisi Bagaimana yang Menyebabkan Bayi Harus Dirawat di NICU ?
Biasanya bayi  yang memerlukan perawatan adalah semua bayi baru lahir (<30 hari) yang memerlukan pengobatan dan perawatan khusus karena  gangguan       pernapasan, kegagalan jantung dan sirkulasi pembuluh darah, prematuritas, infeksi berat,  kelainan congenital, dan lain-lain.

Selama masa perawatan, siapa yang akan melayani bayi anda?
Perawatan dilakukan oleh dokter spesialis anak konsultan perinatologi dan staff perawat neonatus yang terlatih dan berpengalaman dalam bidang kegawatdaruratan yang siap selama 24 jam secara terus-menerus.

Perawatan kasus neonatal terdiri dari tiga level, yaitu :
- Level I adalah perawatan bayi risiko rendah. Pada level ini bayi tidak membutuhkan infus dan oksigen tapi memerlukan observasi ketat.  
- Level II adalah  perawatan bayi yang membutuhkan observasi lebih intensif  yang biasanya ditandai dengan perawatan dalam inkubator. Observasi yang ketat dilakukan untuk mencegah ancaman gagal napas atau gagal jantung, oleh karena itu diperlukan monitoring yang intensif.
- Level  III adalah perawatan bayi baik prematur (kurang bnulan) maupun cukup bulan yang memerlukan pemberian oksigen dan tunjangan ventilasi. Bantuan oksigenasi dapat dilakukan melalui Continuous Positive Airway Pressure atau CPAP maupun ventilator.

Kapan Bayi NICU bisa pulang?
Secara umum bayi yang dirawat diperbolehkan pulang jika berat badan bayi sudah mencapai 1800 gram atau bayi dalam keadaan stabil walaupun berat badannya belum mencapai 1800 gram. Biasanya bayi dalam kedaan ini tidak membutuhkan oksigen, infus dan terapi intravena, reflek hisap normal, reflek batuk normal dan tolerasi terhadap diet per oral baik.  


Copyright 2008 by Rumah Sakit Royal Taruma
Best view with IE 6.0
1024 x 768 screen Resolution