
Pneumonia Pada Orang Dewasa
1.
2. Memiliki riwayat penyakit, termasuk
diabetes atau penyakit jantung
3. Memiliki sistem imun yang lemah
seperti HIV, transplan organ, kemoterapi atau penggunaan steroid jangka
panjang.
4. Memiliki kesulitan batuk oleh karena
stroke, penggunaan alcohol atau sedasi dengan obat dan mobilitas terbatas.
5. Terinfeksi virus saluran napas
bagian atas, oleh karena influenza.
PENYEBAB
Pneumonia
dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, dari virus, bakteri, jamur
hingga parasit. Untuk pneumonia yang disebabkan oleh virus paling sering
disebabkan oleh virus covid,, influenza, virus parainfluenza, adenovirus,
rhinovirus hingga respiratory synctial virus.
Sedangkan
untuk pneumonia yang disebabkan oleh bakteri dapat dipicu oleh infeksi Mycoplasma
pneumonia, Streptococcus pneumonia (pneumococcus), Haemophilus influenzae,
Chlamydia pneumonia, dan bakteri lainnya.
Untuk
pneumonia yang disebabkan oleh jamur, biasanya jarang terjadi namun berkaitan
erat dengan menurunnya kekebalan tubuh seperti pada penderita HIV/AIDS,
transplantasi organ atau menunggu kemoterapi.
Selain
virus, bakteri dan jamur, penumonia juga dapat disebabkan oleh infeksi parasit.
Meskipun pneumonia jenis ini cenderung lebih jarang ditemukan.
GEJALA KLINIS
Pneumonia
merupakan infeksi pada paru-paru, maka gejala yang ditimbulkan berkaitan erat
dengan sistem pernapasan. Gejala yang ditimbulkan dapat sangat bervariasi dari
ringan hingga sangat berat. Hal ini dapat dipengaruhi oleh mikroorganisme yang
menyebabkan pneumonia dan kekebalan tubuh.
Umumnya
gejala pneumonia antara lain demam (hingga suhu 38°C) hingga menggigil. Pada
kondisi yang berat dapat disertai dengan sesak napas, nyeri dada dengan
peningkatan denyut jantung dan laju napas, penurunan kesadaran, dan batuk
dengan produksi sputum hijau atau kuning. Beberapa gejala lain yang dapat
timbul, antara lain : batuk darah, nyeri otot, lemah, sakit kepala, mual muntah
dan diare.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pneumonia
biasanya didiagnosis dengan riwayat medis dan pemeriksaan fisik serta rontgen
dada. Kebutuhan untuk pengujian lebih lanjut bergantung pada tingkat keparahan
penyakit dan risiko komplikasi yang dialami orang tersebut.
1. Rontgen dada — Jika dokter menduga
Anda menderita pneumonia berdasarkan gejala dan pemeriksaan, ia mungkin akan
meminta rontgen dada untuk melihat paru-paru Anda. Dalam kasus tertentu, ia
mungkin juga meminta pemeriksaan pencitraan lain, seperti pemindaian tomografi
terkomputasi (CT).
2. Pemeriksaan dahak — Terkadang,
dokter mungkin juga menguji dahak Anda. Pemeriksan dahak memerlukan sampel
dahak (lendir yang Anda batukkan). Kultur dahak digunakan untuk
mengidentifikasi mikroorganisme yang menyebabkan pneumonia dan dapat membantu
menentukan antibiotik mana yang terbaik. Ada juga pengujian yang dapat
mengidentifikasi mikroorganisme tertentu dalam dahak dan spesimen nasofaring
3. Pemeriksaan urine — pemeriksaan urine
dapat membantu mendiagnosis pneumonia yang disebabkan oleh dua bakteri,
Streptococcus pneumoniae dan Legionella pneumophila.
4. Pemeriksaan darah — Orang yang
dirawat di rumah sakit memerlukan pemeriksaan darah, termasuk hitung sel darah
lengkap (CBC) dan sering kali kultur darah. CBC mengukur jumlah berbagai jenis
sel darah, termasuk sel darah putih (WBC); sel-sel ini bertambah jumlahnya saat
terjadi infeksi bakteri. Peningkatan jumlah WBC merupakan salah satu indikator
bahwa infeksi bakteri, termasuk pneumonia, mungkin terjadi. Kultur darah
digunakan untuk menentukan apakah infeksi telah menyebar dari paru-paru ke
aliran darah. Ini melibatkan pengambilan sampel darah dari vena dan mengujinya
untuk bakteri.
5. Pengukuran oksigen darah — Pneumonia
dapat menurunkan jumlah oksigen yang beredar dalam darah. Akibatnya, kadar
oksigen darah sering diukur dengan klip kecil yang dipasang di jari atau
telinga Anda. Pada orang yang lebih sakit, kadar oksigen dapat diukur dengan
mengambil sampel darah dari arteri untuk pengujian.
6. Bronkoskopi — Orang yang awalnya
mengalami pneumonia berat atau yang tidak membaik (atau memburuk) selama
dirawat di rumah sakit meskipun telah diobati dengan antibiotik mungkin
memerlukan pengujian lebih lanjut dengan bronkoskopi. Untuk prosedur ini,
dokter memasukkan tabung tipis dan fleksibel melalui hidung atau mulut Anda dan
ke dalam trakea Anda. Tabung tersebut memiliki kamera di ujungnya, yang
memungkinkan dokter untuk melihat bagian dalam trakea, bronkus, dan paru-paru
Anda; mengumpulkan sampel cairan atau biopsi (sampel jaringan kecil); dan
menentukan apakah ada penyebab infeksi yang mendasarinya, seperti pertumbuhan atau
benda asing yang terhirup.
TATALAKSANA
Terapi
dan tatalaksana kasus pneumonia pada sangat dipengaruhi oleh penyebab dan
tingkat keparahan gejala yang dialami. Tujuan terapi adalah untuk menangani
infeksi dan mencegah komplikasi.
Terapi
utama yang dilakukan adalah pemberian antibiotik sesuai dengan organisme yang
mungkin pemnyebabkan pneumonia, atau terapi empirik. Beberapa pasien dapat
dirawat di rumah dengan pemberian antibiotik oral. Namun, pada beberapa pasien
dengan risiko tinggi pasien dapat dirawat di RS. Di RS pasien akan di pantau
denyut jantung, laju napas, suhu dan kadar oksigen. Terapi suportif akan
diberikan sesuai dengan keluhan pasien.
Terapi
oksigen diberikan pada pneumonia yang disertai dengan sesak napas dan penurunan
saturasi oksigen. Pada beberapa pasien yang mengalmi kesulitan bernapas perlu
dipasang alat bantu napas yang disebut ventilator.
Lama
perawatan di RS berbeda-beda bergantung dari respon pasien terhadap pengobatan
dan riwayat penyakit pasien. Selama perawatan pasien harus mendapatkan
istirahat yang cukup, minum air putih yang banyak untuk mencegah dehidrasi.
Setelah perawatan di RS bila pasien pulang harus melakukan kontrol sesuai
anjuran dokter.
Selain
itu, jika disertai dengan mengi dan dahak yang sulit untuk dikeluarkan, dokter
dapat menyarankan terapi nebulasi. Terkait frekuensinya sangat dipengaruhi oleh
kondisi dan derajat keparahan gejala saat ini.
Untuk
terapi definitif, sangat penting untuk dapat mengetahui mikroorganisme utama
penyebab pneumonia. Jika disebabkan oleh bakteri, maka akan diberikan
antibiotik. Jika disebabkan oleh jamur, dapat diberikan anti jamur. Sedangkan
pada infeksi virus, bila diperlukan dapat diberikan antivirus.
Pada
pneumonia yang disebabkan oleh bakteri, jika sudah diberikan antibiotik namun
gejala tidak kunjung membaik, perlu curiga adanya resistensi antibiotik. Oleh
karena itu, pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan untuk dapat mengetahui
alternatif antibiotik lain yang dapat diberikan sehingga terapi lebih efektif.
PENCEGAHAN
Pneumonia
adalah penyakit umum yang dapat serius atau bahkan mengancam jiwa. Tidak semua
kasus pneumonia dapat dicegah, tetapi mengambil tindakan tertentu dapat
membantu. Untuk membantu mencegah pneumonia, Anda harus:
·
Mendapatkan vaksinasi à
vaksi pneumococcal, influenza dan COVID.
·
Berhenti merokok
·
Jangan minum terlalu banyak alcohol
·
Menjalani gaya hidup sehat, termasuk mengonsumsi makanan
sehat dan melakukan aktivitas fisik secara teratur
·
Mengontrol kondisi medis lainnya, seperti diabetes, jika Anda
mengalaminya
Daftar Pustaka
1.
File
Tm. Patient education : Pneumonia in adults (Beyond the basics). UpToDate. 2025.
Available from : https://www.uptodate.com/contents/pneumonia-in-adults-beyond-the-basics
2.
CDC.
About Pneumonia. 2024. Available from : https://www.cdc.gov/pneumonia/about/index.html
3.
NICE. Pneumonia in
adults: diagnosis and management. London: National Institute for Health and
Care Excellence (NICE); 2023 Oct 31. (NICE Guideline, No. 191.) Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK552669/
4.
Musher
DM. Patient Education : Pneumonia prevention in adults (Beyond the basic).
UpToDate. 2025. Available from : https://www.uptodate.com/contents/pneumonia-prevention-in-adults-beyond-the-basics#H1766655331